Brongkos Jogja Sajian Khas yang Disukai Pecinta Kuliner

Di Yogyakarta terdapat berbagai jenis makanan tradisional khas yang masih terjaga hingga kini dan terus lestari berkat adanya para pedagang. Selain menjadi bagian dari pemasukan untuk menjalankan kehidupan, para pedagang makanan tradisional ini sangat menjaga akan cita rasa. Hal ini untuk menjaga kepercayaan konsumen atau pecinta kuliner. Dalam sajian berkuah pekat dari brongkos Jogja ini, terdapat banyak jenis bumbu berpadu sempurna hingga menyenangkan lidah pemakannya.

Brongkos Jogja

Sajian Khas Brongkos Jogja

Brongkos merupakan warisan kebudayaan dari Yogyakarta yang berbahan dasar daging sapi dengan paduan bahan lainnya. Bahan tersebut seperti kacang tolo atau kaca merah, tahu, kulit mlinjo, dan lain sebagainya. Sajian ini memiliki rasa gurih sedikit manis yang sangat nikmat. Rasanya makin yahud apabila disantap dalam kondisi hangat dengan pelengkap cabai rawit merah yang telah direbus.

Rasa gurih yang muncul dari sajian ini disebabkan penggunan santan dan adanya kacang tolo, berpadu dengan pedasnya cabai rawit utuh ketika memasak. Terdapat beragam pilihan sebagai tambahan untuk menikmati sajian berkuah pekat ini, seperti perkedel, tempe goreng, peyek, krupuk karak dan beberapa lauk lainya.

Daging yang digunakan untuk sayur brongkos, atau dalam bahasa jawa, sayur terganti dengan sebutan jangan ini, paling banyak pada bagian sandung lamur. Di mana setelah diolah dengan beberapa tahap akan menghasilkan sensasi lembut nan kenyal dan tidak banyak serat. Untuk para pembeli yang tidak menyukai daging, beberapa warung menyediakan pengganti lauk seperti tahu, atau telur ayam rebus.

Dalam pembuatan brongkos Jogja, dibutuhkan sekitar 3 – 4 jam untuk menyiapkan hingga proses memasak. Dalam pembuatannya dapat dikatakan cukup rumit sebab membutuhkan cukup keahlian dalam memadukan 16 jenis bumbu yang digunakan untuk memasak menu satu ini. Belasan rempah tersebut mulai dari bumbu yang dihaluskan, yakni :

  • bawang merah,
  • bawang putih,
  • kluwak,
  • kemiri,
  • ketumbar,
  • merica,
  • cabai besar,
  • cabai rawit,
  • gula, dan
  • garam.

Selain itu  juga bumbu yang dicampurkan secara utuh seperti

  • daun salam,
  • lengkuas,
  • jahe,
  • sereh,
  • daun jeruk, dan
  • kencur sunthi.
Ciri Khas Brongkos Yogyakarta

Ciri khas dari masakan brongkos Jogja adalah adanya kluwak atau kepayang yang menyebab warna gelap pada kuah. Proses yang membutuhkan waktu lama dalam memasaknya, menjadikan bumbu yang digunakan dapat menyerap secara merata ke serat daging dan bahan lainnya. Oleh sebab kelezatannya, banyak orang yang apabila sedang berlibur ke Yogyakarta akan mengagendakan salah satu wisata kulinernya ke warung brongkos. Tak hanya itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X merupakan salah satu penikmat akan makanan khas Yogyakarta ini.

Brongkos konon berasal dari kata Brown Horst yang berarti daging cokelat. Pengucapannya yang cukup sulit tersebut, menjadikan lidah masyarakat lebih mudah menyebutnya dengan brongkos. Makna akan sebutan tersebut tak lain sebab sajian yang disantap berwarna cokelat pekat.

Apabila menilik dari sejarah, belum terdapat kejelasan akan asal muasal keberadannya, yang dapat dipastikan adalah masakan ini sudah menjadi menu sarapan orang-orang Jawa zaman dulu. Saat melihat secara sekilas, makanan ini hampir mirip dengan rawon, hanya saja ketika diperhatikan secara seksama, akan terlihat perbedaan pada kuah brongkos yang lebih kental sebab adanya santan saat proses memasak.

Warung Brongkos Yogyakarta

Warung brongkos Jogja memang tak sebanyak sajian gudeg yang keberadaannya mudah ditemukan pada setiap sudut kota Yogyakarta. Namun, para pecinta kuliner dapat menemukan makanan ini di beberapa tempat yang tersebar di daerah Sleman, khususnya di Tempel. Selain itu terdapat pula di sebelah timur Plaza Ngasem yang konon, telah berdiri sejak tahun 1973.

Banyak pilihan yang ditawarkan oleh para penjual, seperti :

  • sayur brongkos kepala kambing,
  • brongkos koyor,
  • brongkos daging, dan
  • brongkos komplit yang menggunakan daging dan juga sayruran.

Dalam penyajiannya, sayur brongkos akan ditempatkan di dalam mangkuk terpisah dari nasi.

Sekian informasi seputar brongkos jogja sajian khas yang disukai pecinta kuliner, semoga postingan ini bermanfaat untuk sahabat semua. Kami berharap postingan wisata kuliner ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment

Komunitas Terkenal di Jogja
Komunitas Terkenal di Jogja yang Cocok untuk Anda
Pekerjaan Favorit Mahasiswa
Pekerjaan Favorit Mahasiswa di Jogja
Daerah Tempat Tinggal Favorit
Daerah Tempat Tinggal Favorit di Jogja
Tempat Olahraga Favorit
Tempat Olahraga Favorit di Jogja dan Sekitarnya
Beasiswa Kampus di Jogja Kuliah di Jogja UGM Ujian Masuk
Kegiatan OSPEK
Kegiatan OSPEK untuk Kuliah Pertama Kali
Dunia Kampus
Mengenal Dunia Kampus yang Harus Diketahui
Lolos SBMPTN
Tips Lolos SBMPTN dengan Cara Smart

Alam

Hutan dan Gunung Pantai Wisata Air Wisata Alam Lainnya

Sejarah

Bangunan Bersejarah Candi Monumen Museum

Seni Budaya

Kebudayaan Kesenian Tradisi

Wisata Lain

Desa Wisata Minat Khusus Wisata Buatan Wisata Religi
Digital Marketing Peluang Bisnis Peluang Investasi
Investasi Properti Syariah yang Aman dan Menguntungkan
Investasi Properti Syariah yang Aman dan Menguntungkan
Peluang Bisnis Synergy Worldwide Mudah dan Menguntungkan
Jasa Digital Marketing
Jasa Digital Marketing Murah dan Profesional di Jogja
Penginapan Murah di Sekitar Jalan Parangtritis Jogja
Penginapan Murah di Sekitar Jalan Parangtritis Jogja
Guest House Mercury Prawirotaman
Guest House Mercury Prawirotaman Hotel Nuansa Jawa
Guest House Mas Gun
Guest House Mas Gun di Jalan Prawirotaman
Penginapan Murah di Jogja
Penginapan Murah di Jogja bagi Para Wisatawan