Deswitadaya Gamol Sleman Wisata sambil Belajar

Agro wisata kini makin diminati para kaum urban. Suasana desa yang sejuk, tenang dan asri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Peluang ini coba ditangkap oleh warga Dusun Gamol, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Dengan membuka deswitadaya Gamol Sleman wisata sambil belajar.

Deswitadaya Gamol Sleman

Deswitadaya Gamol Sleman

Secara swadaya, masyarakat gotong royong membentuk Desa Wisata Swadaya (deswitadaya) Gamol. Rintisan deswitadaya Gamol ini sudah ada sejak 2012. Warga mulai berbenah desa. Pekarangan kosong disulap menjadi kebun kecil penuh sayur mayur dan bunga.

Ladang kering digarap jadi sawah dan ditanam dengan sistem mina padi yakni dengan meletakkan lele dan belut di dalam kumpulan air sawah. Jalanan desa pun dirapikan agar tidak licin. Warga juga membangun rumah budi daya jamur tiram.

Kambing Etawa milik warga pun tak luput diberdayakan. Hasil perahan susu mentah diolah menjadi susu bubuk dan susu cair siap minum. Di tangan kreatif ibu­-ibu dusun Gamel, susu kambing etawa juga disulap menjadi kerupuk susu.

Ketua kelompok ibu-­ibu Dusun Gampol menjelaskan ide pengolahan susu Kambing Etawa muncul sekitar tahun 2014. Awalnya warga yang memiliki Kambing Etawa mendapat pelatihan pengolahan susu dari beberapa perguruan tinggi. Warga diajarkan mengolah susu cair menjadi susu bubuk. Lalu diajarkan pengemasan dan promosinya.

Usai pelatihan ke­-40 kambing pun segera diberdayakan. Mahir mengolah, tahun 2015 warga Dusun Gamol mempromosikan susu cair dan bubuk kambing etawa ke masyarakat sekitar. Strategi promosi di awal usaha masih menggunakan cara tradisional, yakni word of mouth atau gethok tular. Cara ini sukses dan perlahan permintaan susu kambing etawa meningkat.

Penjualan Produk di Dusun Gamol

Penjualan makin meningkat usai Deswitadaya Gamol mendapat bantuan dana dari PT Pertamina. Tampilan kemasan produk dipercantik. Varian rasa pun diperbanyak.

Awalnya hanya ada satu rasa, kini menjadi empat rasa yakni coklat, strawbery, jahe dan vanila. Warga juga mulai menitipkan susu bubuk ke beberapa tempat penjualan oleh­oleh atau tempat makan.

Kini penjualan susu cair Kambing Etawa warga berkisar 30 – 50 liter per bulan. Sementara penjualan susu bubuknya sebesar 4 – 5 kg per bulan. Susu bubuk dijual Rp 15 ribu per 100 gram.

Sedangkan susu cair dijual seharga Rp 8 ribu per 250 cc. Susu cair dijual dalam bentuk beku agar awet lebih lama. Data harga dan produksi ini pada tahun 2018, sekarang mungkin sudah berubah.

Agar penjualan semakin meroket, warga tengah mengurus IRT dan izin dari BPOM. Warga kesulitan mendapatkan izin tersebut, sebab di deswitadaya Gamol belum memiliki rumah produksi susu kambing.

Produksi susu selama ini dilakukan di rumah warga. Padahal rumah produksi adalah salah satu persyaratan standar dari BPOM dan IRT yang harus dipenuhi. Untungnya sekarang sedang dibangun rumah produksi pakai dana CSR Pertamina.

Kepala Dukuh Gamol menjelaskan, Dusun Gamol resmi dilaunching sebagai Deswitadaya pada Rabu (25/10/2018). Peresmian dilakukan oleh Ratti Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, didampingi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Pihaknya menyiapkan Gamol sebagai tempat edukasi anak­anak dan pengenalan budaya di samping tempat rekreasi.

Wisatawan yang datang diajak dan dijelaskan proses budidaya jamur, sayur mayur dan proses menanam mina padi. Tak lupa pengunjung akan dibawa melihat proses pembuatan susu dan kerupuk susu Kambing Etawa.

Wisatawan dipersilahkan mencoba bercocok tanam atau memerah susu Kambing Etawa. Kami juga ajak wisatawan merasakan budaya dan kearifan lokal yang masih kami jalankan sejak zaman nenek moyang. Misalnya wiwitan padi, Nyadran dan festival bregada Mataram.

Tarif di Dusun Gamol

Semua kegiatan tersebut akan dikemas dalam paket­paket wisata. Tarif sekali datang ke Deswitadaya Gamol adalah Rp 10 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 5 ribu per orang untuk anak-­anak.

Harga tahun 2018, sekarang mungkin sudah berubah. Dengan biaya tersebut pengunjung akan mendapatkan kerupuk jamur dan bisa mencicipi segarnya susu kambing etawa.

Walau baru merintis dalam sebulan, jumlah kunjungan wisata sudah mencapai sekitar 200 orang. Ke depannya direncanakan untuk membangun embung kecil sebagai tempat memancing.

Tak lupa rumah warga akan dipersiapkan sebagai homestay tempat menginap pelancong. Ke depannya akan diberdayakan seluruh potensi yang ada di desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Gamol.

Baca juga : Hutan Pinus Mangunan Pesona Alam yang Mendunia

Sekian info seputar deswitadaya gamol sleman wisata sambil belajar, semoga post ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Kami berharap post desa wisata Gamol ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment

Akomodasi Investasi Jogjapreneur Kuliner Jogja Seputar Jogja Transportasi
Strategi Konten
Seberapa Penting Strategi Konten untuk Perkembangan Bisnis di Era Digital?
Kenapa Harus Investasi Properti
Kenapa Harus Investasi Properti di Jogja
Investasi Prioritas
Investasi Prioritas di Jogja

Alam

Hutan dan Gunung Pantai Wisata Air Wisata Alam Lainnya

Sejarah

Bangunan Bersejarah Candi Monumen Museum

Seni Budaya

Kebudayaan Kesenian Tradisi

Wisata Lain

Desa Wisata Wisata Belanja Wisata Buatan Wisata Religi
Tips Kegiatan Positif
Tips Kegiatan Positif di Luar Jam Kuliah
Cara Memulai Bisnis PPOB
Cara Memulai Bisnis PPOB yang Mudah dan Menguntungkan
Tips Hidup Hemat di Jogja
Tips Mencari Kosan Ideal
Tips Mencari Kosan Ideal di Jogja bagi Mahasiswa
Beasiswa Kampus di Jogja Kuliah di Jogja UGM Ujian Masuk
Program Kuliah Kerja Nyata
Program Kuliah Kerja Nyata Perguruan Tinggi
Organisasi Kampus
Manfaat Ikut Organisasi Kampus yang Perlu Mahasiswa Tahu
Perkuliahan di Jogja
Kehidupan Perkuliahan di Jogja